Ghiboo.com - Anggrek hitam (
Coelogyne pandurata) adalah spesies Anggrek yang hanya tumbuh di pulau Kalimantan. Anggrek hitam adalah maskot flora propinsi Kalimantan Timur.
Saat ini, habitat asli Anggrek hitam mengalami penurunan jumlah yang cukup besar karena semakin menyusutnya luas hutan di Kalimantan. Namun masih bisa ditemukan di cagar alam Kersik Luway dalam jumlah yang sedikit. Diperkirakan jumlah yang lebih banyak berada di tangan para kolektor Anggrek.
Karakteristik Anggrek hitam adalah memiliki lidah (
labellum) berwarna hitam dengan sedikit garis-garis berwarna hijau dan berbulu, inilah alasan mengapa dinamakan Anggrek hitam. Sepal dan petal berwarna hijau muda. Bunganya cukup harum semerbak dan biasa mekar pada bulan Maret hingga Juni.
Warna hitam pada lidah bunga Anggrek Hitam merupakan pembawa sifat hitam yang langka, sehingga dapat menjadi sumber pembawa sifat warna hitam yang dibutuhkan oleh para ahli pemuliaan tanaman untuk menghasilkan silangan baru dengan corak warna bunga yang menarik.
Anggrek hitam termasuk dalam Anggrek golongan
simpodial dengan bentuk
bulb membengkak pada bagian bawah dan daun terjulur di atasnya. Setiap
bulb hanya memiliki dua lembar daun saja. Daunnya sendiri sekilas mirip seperti daun pada tunas kelapa muda.
Anggrek Hitam merupakan jenis Anggrek
epifit dan
simpodial (pertumbuhan batang terbatas), Anggrek ini pernah meraih juara pertama dari Ibu Negara RI "Alm Ibu Tien Soeharto" pada Pameran Anggrek Nasional di Jakarta pada tahun 1976.
Secara umum taksonomi Anggrek hitam adalah sebagai berikut:
- Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
- Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
- Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
- Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
- Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
- Sub Kelas: Liliidae
- Ordo: Orchidales
- Famili: Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan)
- Genus: Coelogyne
- Spesies: Coelogyne pandurata
- Kerabat Dekat: Anggrek Mutiara (Coelogyne asperata), Anggrek coklat (Coelogyne verrucosa)
(Berbagai sumber)