Ghiboo.com - Otopsi (juga dikenal pemeriksaan kematian atau nekropsi) adalah investigasi medis jenazah untuk memeriksa sebab kematian.
Kata "otopsi" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "lihat dengan mata sendiri". "Nekropsi" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "melihat mayat".
Ada 2 jenis otopsi pada hewan, yaitu otopsi forensik dan klinikal. Otopsi forensik dilakukan untuk tujuan medis legal dan yang banyak dilihat dalam televisi atau berita.
Sementara, otopsi klinikal adalah cara yang biasanya dilakukan di rumah sakit untuk menentukan penyebab kematian untuk tujuan riset.
Otopsi identik dilakukan terhadap manusia. Lalu bagaimana jika otopsi dilakukan terhadap hewan peliharaan?
Hmmm, mungkin Anda kaget dan merasa heran, mengapa otopsi dilakukan pada hewan?
Otopsi biasanya dilakukan terhadap anjing, sapi, babi, kucing, ayam dan hewan-hewan lainnya. Otopsi yang dilakukan terhadap hewan adalah jenis otopsi klinikal atau dilakukan untuk menentukan masalah kesehatan hewan dan untuk mendiagnosa penyakit yang berpotensi bahaya seperti rabies atau penyakit-penyakit berbahaya lainnya.
Hewan yang diotopsi akan dibedah dan diambil sampel jaringan untuk diteliti di labolatorium. Dengan diketahuinya penyebab kematian hewan peliharaan, maka dinas kesehatan, dokter, dan pemilik hewan peliharaan bisa mengambil tindakan untuk memerangi penyakit tersebut.
Siapa yang melakukan otopsi? Hanya ada dua pilihan. Dokter hewan atau Anda dapat membawanya ke rumah sakit rujukan, karena rumah sakit hewan rujukan harus memiliki laboratorium yang memiliki dokter hewan yang mengkhususkan diri pada otopsi
Ingat, penyakit yang mematikan pada hewan peliharaan Anda, berbahaya juga bagi kesehatan Anda.
(Berbagai sumber)