Apabila Anda sering berpergian keluar kota dengan menggunakan mobil, pasti Anda sering melewati jalur pantura, atau jalur-jalur transportasi lainnya yang penuh dengan truk-truk pengangkut barang.
Sudah bukan rahasia lagi bila truk-truk pengangkut biasanya mempunyai tulisan kocak di belakangnya. Bahkan kadang tulisan itu bisa membuat kita terpingkal-pingkal. Dan kadang tulisan itu disertai gambar-gambar yang juga bikin kita tertawa (kadang gambarnya sering berbau porno).
Sebenarnya para supir truk hobi memberikan gambar atau tulisan di belakang truknya bertujuan agar para supir kendaraan lainnya atau truk di belakangnya tidak mengantuk dengan melihat gambar atau tulisan tersebut. Karena seperti Anda ketahui sendiri, menyetir truk antar kota atau antar pulau itu sangat menguras tenaga dan biasanya dilakukan pada malah hari. Dengan adanya gambar dan tulisan di belakang truk memberikan hiburan tersendiri bagi para supir.
Tren menggambar "lucu" dan menambahkan tulisan konyol tersebut kini menjadi tradisi bagi supir-supir truk antar kota/antar pulau di Indonesia.
Beberapa kalimat yang mereka tulis mengandung makna yang baik dan bisa juga diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari, contohnya:
" bersatu di pangkalan bersaing di jalanan "
" PUTUS CINTA...sudah biasa. PUTUS ROKOK... merana. PUTUS REM...matilah kita. "
" pergi karena tugas, pulang karena beras "
" beratnya rindumu, tidak seberat muatanku "
" pulang dicaci, tak pulang dicari "
" bukan salah ibu mengandung... salah bapak nggak pake sarung "
(ghiboo)